Layanan Food and Beverage (F&B) merupakan pilar utama industri perhotelan dan pariwisata, menggabungkan seni penyajian, keunggulan rasa, serta pelayanan...
EARNING WHILE STUDYING
Akademi Pariwisata Jakarta kembali bangkit dengan semangat baru, siap menghadapi tantangan dan memajukan pendidikan pariwisata di era modern. Transformasi dan inovasi yang dilakukan membawa harapan besar untuk mencetak sumber daya manusia unggul di industri pariwisata.
Kami berkomitmen untuk mengabdi bagi Negeri dengan menciptakan lulusan berkualitas yang siap bersaing di industri global. Kami berkontribusi dalam mengurangi pengangguran, menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan tingkat pendidikan tinggi di Indonesia.
APJ inovatif dengan micro-credential dan stackable credit, membuka akses baru pendidikan vokasi. Sistem ini mempercepat kompetensi mahasiswa siap kerja dan adaptif industri.
Layanan Food and Beverage (F&B) merupakan pilar utama industri perhotelan dan pariwisata, menggabungkan seni penyajian, keunggulan rasa, serta pelayanan...
Strategi Transformasi Akademi Pariwisata Jakarta
Kebangkitan Akademi Pariwisata Jakarta (APJ) bukan sekadar gerakan rebranding, melainkan langkah...
Sejarah Akademi Pariwisata Jakarta
APJ
semula bernama Lembaga Pendidikan dan Latihan Industri Pariwisata lembaga
(LPLIP) DKI Jakarta yang berdiri sejak tahun 1972 sebagai pendidikan milk
Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
LPLIP didirikan Kepala DaerahKhusus Ibukota Jakarta waktu itu yaitu atas
inisiatif Gubernur Letjen TNI Marinir Ali Sadikin dengan tujuan untuk
menyiapkan tenaga-tenaga kenja tampil di bidang kepariwisataan dalam rangka
menghadapi 1977 LPLIP.
Konferensi
PATA tahun 1974. Kemudian pada tahun (UPT) Dinas Pariwisata dikembangkan
menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah Provinsi DK1 Jakarta berdasarkan Keputusan
Gubernur Kepala Khusus Ibukota Jakarta Nomor 80 Tahun 1977, menyelenggarakan
pendidikan formal di Sebagai Lembaga Pendidikan LPLIP tour & travel )
setingkat bidang perhotelan dan usaa perjalanan wisata Akademi dengan jenjang
pendidikan Diploma Tiga (D3) serta pendidikan non formal dalam bentuk pelatihan
pengembangan tenaga kerja bagi tenaga yang sudah bekerja di bidang pariwisata.
Namun demikian karena status kelembagaanLPLIP hanya sebagai Perguruan Tinggi
maka para Alumni LPLIP hanya diakui sebagai tamatan SLTA walaupun sudah
mengikuti pelatihan selama 3 ( tiga) tahun.
Kemudian
pada tahun 1998atas usaha Yayasan Promos Pariwisata Jakarta yang pada waktu itu
ditugaskan untuk mengelola LPLIP maka LPLIP berubah status sebagai Perguruan
Tinggi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan statusnya masih tetap sebagai
UPT Dinas dan Kebudayaan Jakarta Pariwisata,
Namun
demikian berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom serta
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara pemerintah, pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/ Kota,
Pemerintah daerah tidak lagi memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan
pendidikan tinggi, maka Akademi Pariwisata Jakarta statusnya tidak lagi sebagai
UPT Dinas Pariwisata dan pengelolaanya diserahkan kepada Yayasan Pendidikan
Jayakarta berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKl Jakarta Nomor 1295/2009
tentang Penyerahan Pengelolaan Lembaga Pendidikan Akademi Pariwisata Jakarta
(APJ ) kepada Yayasan Pendidikan Jayakarta.
Warisan Visi yang Menguatkan Arah APJ
Akademi Pariwisata Jakarta (APJ), yang pada masa awal berdiri dikenal sebagai LPLIP, lahir dari pemikiran strategis Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Sebagai seorang pemimpin dengan visi jauh ke depan, Bang Ali melihat bahwa Jakarta tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kualitas manusia sebagai pilar utama kemajuan kota.
Melalui inisiatif beliau, pendidikan vokasi pariwisata dirancang sebagai sarana untuk menyiapkan generasi profesional yang memahami pelayanan, berdisiplin tinggi, dan mampu mewakili wajah Jakarta di tingkat nasional maupun internasional. LPLIP menjadi cikal bakal APJ—sebuah lembaga yang dibangun untuk menghadirkan keterampilan nyata, kompetensi global, dan karakter unggul.
Hingga hari ini, nilai-nilai yang diwariskan Bang Ali tetap menjadi landasan perjalanan APJ:
- Keteguhan dalam membangun standar profesional
- Keberanian berinovasi seiring tuntutan industri
- Komitmen menghasilkan talenta pariwisata yang siap bersaing di pasar global
Dalam proses transformasi menuju APJ Reborn, kami terus merawat warisan visi tersebut, sekaligus membawa APJ menjadi institusi yang relevan, elegan, dan berpandangan ke depan. Spirit awal pendirinya kini menjadi energi bagi APJ untuk melangkah lebih jauh sebagai kampus vokasi pariwisata yang dapat diandalkan, dihormati, dan dibanggakan.
B — Beyond Hospitality
Melampaui standar layanan dengan ketulusan, kecermatan, dan keunggulan yang membedakan.
E — Ethical Excellence
Bertindak dengan integritas, etika profesional, dan kualitas kerja yang konsisten tinggi.
T — Transformative Innovation
Berpikir kreatif dan adaptif, menghadirkan solusi baru untuk memajukan pendidikan vokasi dan industri.
A — Accountability & Agility
Bertanggung jawab dalam tindakan, gesit menghadapi perubahan, dan disiplin menjalankan standar global.
W — World-Class Mindset
Berorientasi global, percaya diri memasuki panggung internasional, dan terus memperkuat kompetensi kelas dunia.
I — Impactful Sustainability
Berkomitmen pada keberlanjutan yang memberi dampak nyata bagi lingkungan, industri, dan masyarakat.
KETUA DEWAN PEMBINA
Birokrat senior yang berdedikasi tinggi pada pendidikan, pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta. Kini, beliau aktif sebagai Ketua Umum Yayasan Beasiswa Jakarta, membantu mahasiswa, sekaligus menjadi tokoh Dewan Majelis Adat Bamus Betawi yang fokus melestarikan budaya Betawi.
Anggota dewan pembina
Dikenal karena pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta dari sekitar tahun 2009 hingga 2015. Selama masa jabatannya, beliau aktif mempromosikan pariwisata Jakarta dan menginisiasi berbagai program daerah. Setelahnya, beliau berpindah posisi menjadi staf ahli di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
PENGAWAS
Ketua Umum DPP APPTASI (Asosiasi Praktisi Perpajakan dan Akuntansi Seluruh Indonesia) dan Wakil Ketua Umum DPP Forlat Vokasi. Ia juga merupakan pendiri Forum PLKP dan sering menjadi narasumber seminar nasional tentang akuntansi dan pendidikan vokasi, serta menjabat Direktur Jurnal APPTASI.
KETUA YAYASAN
Mantan Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (1984-2001). Dikenal sebagai sosok kunci di balik pembangunan dan pengembangan kawasan Ancol yang ikonik. Beliau juga memegang berbagai jabatan strategis di BUMD Jakarta seperti Direktur Utama JakTour dan Komisaris Jakpro, menunjukkan rekam jejak kepemimpinan yang luas dalam pembangunan kota.
Sekretaris yayasan
Purnatugas dari pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pengalaman sebagai Kepala Bagian Kelembagaan dan Kepala Bagian Ketatalaksanaan Biro Ortala. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal PMI Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, beliau aktif sebagai pengajar dan pembicara di berbagai seminar.
sekretaris yayasan
Dikenal atas kiprahnya di pemerintahan daerah DKI Jakarta, terutama sebagai Kepala Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta. Beliau fokus pada isu kesehatan masyarakat dan pencegahan HIV/AIDS di ibu kota. Selain itu, beliau juga aktif dalam kegiatan pendidikan, pernah terlibat dalam kepengurusan penyaluran beasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menunjukkan dedikasi pada sektor sosial dan pendidikan.
Management Team of Akademi Pariwisata Jakarta